Anak Negeri Membangun Bangsa Sehat dan Sejahtera

Showing posts with label Pengelolaan Sampah. Show all posts
Showing posts with label Pengelolaan Sampah. Show all posts

Tuesday, 5 March 2024

Pembuatan Kompos Takakura

Pic. liputan6.com

Kompos Takakura

Proses pembuatan kompos dikembangkan oleh seorang warga Jepang yang tinggal di Indonesia yaitu di Surabaya bernama Takakura.

Dengan tujuan mengatasi persoalan sampah dapur karena resah dengan baunya yang sangat menyengat, padahal sampah dapur adalah limbah mudah terurai.

Dengan memanfaatkan sampah dapur miliknya untuk menjadi kompos, namun perlu diingat bahwa tidak semua sampah yang ada di dapur dapat ia manfaatkan sebagai kompos.

Sampah yang digunakan adalah jenis sampah yang mudah terurai, tidak berbau dan tidak jorok.

Tahap Pembuatan Kompos Takakura

Siapkan Starter

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah menyiapkan starter mikroorganisme sebagai decomposer yang mengurai limbah dapur sebagai kompos. Membuat starter mikroorganisme kompos Takakura tergolong mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Starter dari Bakteri Fermentasi

Pembentukan starter dari isolasi fermentasi mikroorganisme dari bahan tempe, ragi dengan tambahan gula. dapat berlangsung:

  • Siapkan stoples atau wadah yang berfungsi sebagai media untuk tumbuh kembangnya mikroorganisme
  • Masukkan 3 liter air bersih dengan 200 gram larutan gula merah pada stoples yang tersedia
  • Tambahkan ragi dari pasar atau bisa mengunakan ragi tempe, oncom, tempe, dan tape yang nantinya akan tumbuh sebagai mikroorganisme
  • Aduk rata semua yang ada di dalam stoples lalu tutup, biarkan kedap udara.
  • Proses fermentasi berlangsung 3-5 hari, bila warnanya kecoklatan dan baunya seperti bau khas tape, berarti starter siap untuk digunakan.

Starter dari Sayuran dan Buah

Pembentukan starter dari isolasi mikroorganisme sayuran dan buah sebagai berikut:

  • Siapkan stoples atau wadah yang berfungsi sebagai media untuk tumbuh kembangnya mikroorganisme
  • Gunakan bahan sayuran yang hijau dan buah yang masih segar kemudian blender sampai halus, masukkan ke dalam stoples
  • Pada stoples, tambahkan garam dapur sebanyak 1 sendok garam, lalu encerkan dengan air bersih
  • Homogenkan semua komponen dalam stoples, tutup dan biarkan kedap udara
  • Bila baunya tercium enak dengan bau khas tape dan alkohol maka starter telah siap untuk digunakan

Membuat Bibit

Bibit kompos yang harus anda persiapkan berupa dedak dan sekam padi, tambahkan pengurai (decomposer) dalam bentuk starter yang telah dibuat sebelumnya dibuat

Gunakan perbandingan 1 : 1 untuk bahan dedak dan sekam padi tersebut. Proses  pembuatan kompos dilakukan pada tempat yang teduh, karena pada panas matahari mikroorganisme tidak berkembang, sedangkan pada tempat basah maka akan tumbuh jamur.

Aduk merata bahan dedak dan sekam kemudian tambahkan starter mikroorganisme sampai merata. Upayakan untuk menyiram sampai kelembaban sekitar 40 – 60 %.

Gunakan Teknik kepala tangan untuk menentukan kelembababan. Bila berbentuk maka kelembaban telah sesuai, jika tidak bisa tergenggam artinya terlalu kering sedangkan bila digenggam dan mengeluarkan air maka terlalu lembab.

Diamkan selama 5 – 7, dengan ditutup terpal plastic. Lapisan kompos yang diselimuti mould putih artinya bibit kompos  telah matang dan sudah bisa untuk digunakan.

kompos takakura
paktanidigital.com


Membuat Keranjang

Dalam membuat keranjang Takakura, bisa memanfaatkan bahan-bahan dari anyaman bambu, rotan hingga plastic bekas yang tersedia. Upayakan dinding yang memiliki pori-pori karena proses pupuk kompos berlangsung aerobic.

Bentuk keranjang sesuai dengan kesukaan, namun perlu diperhatikan bahwa  dinidng keranjang memanfaatkan kardus atau kertas tebal  sehingga serangga tidak bisa masuk ke dalam.

Kelebihan lainnya ialah air bisa  diserap kardus sehingga tidak membasahi kompos Takakura yang sedang dibuat.

Pembuatan Kompos Takakura

Bahan utamanya ialah bibit kompos Takakura, sampah dapur organic kemudian tambahan sisa sayur, buah-buahan, nasi, roti, mie, kue, dll.

Penting untuk diperhatikan, bahwa sampah yang berdampak pada busuk tidak diperkenankan sebagai bahan kompos seperti daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewani lain karena jik busuk akan mendatangkan ulat.

Sampah yang dimanfaatkan sebagai bahan kompos Takakura semuanya harus bebas dari air. Tahapan pembuatan kompos Takakura ialah :

  1. Tenimbang bibit Takakura sekitar 2-3 kg bibit kompos Takakura kemudian masukkan sampah organic ke dalam keranjang takakura.
  2. Aduk secara merata bibit kompos Takakura dan sampah organic dalam keranjang. Tutup rapat agar serangga tidak masuk, kemudian sampah organik lainnya masukkan rutin setiap hari sampai penuh. Sampah baru akan mengalami fermentasi 1 sampai 2 hari.
  3. Keranjang yang telah penuh 90% dapat dipindahkan ke karung sampai mengalami fermentasi 2 minggu sebelum dapat digunakan.
  4. Kompos yang terbentuk harus kering dan tidak ada cairan. Bentuknya seperti tanah ketika diremas, berwarna coklat kehitaman, dan tidak berbau.
  5. Uji kualitas kompos Takakura yang terbentuk dengan melarutkannya dalam air. Apabila terapung berarti kompos belum matang sedangkan bila tenggelam kompos telah terbentuk sempurna.
  6. Pengujian kualitas kompos juga dapat diketahui dengan cara terjadinya pperubahan warna saat direndam. Apabila berwarna kecoklatan artinya terdapat cairan fermentasi anaerobic sedangkan bila air bersih berarti sudah tidak terdapat cairan fermentasi.

Itulah informasi mengenai pembuatan kompos takakura. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat PTD!


sumber artikel : https://paktanidigital.com/artikel/yuk-kenali-cara-pembuatan-kompos-takakura/

Sunday, 3 March 2024

8 Langkah Membuat Ecobrick Dari Sampah Plastik

Ecobrick

Ecobrick berasal dari kata “
ecology” yang dalam Bahasa Indonesia disebut “ekologi”. Sementara kata “brick” merupakan Bahasa Inggris dari “bata”. Jika disimpulkan, ecobrick merupakan bata ramah lingkungan. Ecobrick dianggap sebagai salah satu cara pemanfaatan limbah plastik yang mudah dan efisien. Anda bisa menciptakan susunan bata yang terlihat indah dari sampah plastik dengan metode ecobrick ini.

Yuk, ikut melakukan pemanfaatan limbah plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna melalui metode ecobrick. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat ecobrick dari plastik bekas:

1. Pilah dan Bersihkan Sampah Plastik

Bahan utama yang harus tersedia dalam membuat ecobrick adalah sampah plastik. Jenis sampah plastik yang dimaksud di sini bisa bermacam-macam, mulai dari kemasan deterjen, kemasan minuman, kantong plastik sekali pakai (kresek), sampai dengan bungkus makanan.

Setelah semua sampah plastik terkumpul, cuci bersih semuanya dengan menggunakan sabun – bisa deterjen atau sabun pencuci piring. Setelah itu, jemur sampah plastik yang sudah dicuci ini di bawah sinar matahari sampai kering.

2. Sediakan Botol Bekas Air Mineral dalam Jumlah Banyak

Selain sampah plastik, Anda juga harus menyiapkan botol bekas air mineral ukuran 600ml. Botol-botol ini nantinya akan menjadi “bata” dalam membuat ecobrick. Usahakan untuk mengumpulkan botol-botol bekas air mineral ini sebanyak mungkin.

Botol tersebut tidak perlu dicuci jika sudah dalam keadaan bersih. Namun, bagian dalam botol harus kering sebelum diisi dengan sampah plastik.

3. Gunakan Tongkat untuk Memasukkan Plastik

Sebelum mulai memasukkan sampah plastik ke dalam botol, sediakan dulu tongkat yang panjangnya dua kali lipat panjang botol air mineral. Tongkat ini nantinya dipakai untuk mengemas sampah-sampah plastik agar muat dimasukkan ke dalam botol.

4. Masukkan Sampah Plastik ke dalam Botol

Setelah semua bahan yang Anda butuhkan tersedia, kini saatnya memasukkan sampah-sampah plastik yang sudah dibersihkan tadi ke dalam botol bekas air mineral. Agar menghasilkan ecobrick yang cantik, masukkan plastik secara random agar tampak berwarna-warni. Isi botol dengan sampah plastik sampai semua bagian botol terisi penuh.

5. Padatkan Sampah Plastik

Ketika botol-botol bekas air mineral sudah terisi dengan sampah plastik, ambil tongkat yang tadi sudah disediakan untuk mendorong semua sampah plastik agar padat di dalam botol. Jika masih tersisa rongga udara di dalam botol, isi kembali dengan sampah plastik sampai tidak ada rongga udara yang tersisa. Dorong kembali semua sampah plastik menggunakan tongkat.

6. Timbang Setiap Ecobrick

Dalam membuat ecobrick kita tidak bisa asal-asalan memasukkan sampah plastik ke dalam botol bekas air mineral. Agar bisa menjadi “bata” yang nantinya disusun secara rapi, Anda wajib menimbang setiap botol yang sudah diisi sampah plastik. Standar ecobrick adalah 200 gram per botol air mineral berukuran 600ml. Kalau jumlahnya terlalu banyak, sisihkan sedikit sampah plastik di dalamnya. Sementara jika beratnya kurang dari 200 gram, isi kembali botol dengan sampah plastik.

7. Simpan Ecobrick di Tempat yang Teduh

Sebelum semua ecobrick yang Anda buat terkumpul, simpan ecobrick yang sudah jadi di tempat yang teduh. Hindari paparan sinar matahari langsung agar botol-botol plastik ecobrick ini tidak menyusut.

8. Susun Semua Ecobrick

Apabila semua ecobrick sudah selesai dibuat, saatnya menyusun ecobrick ini menjadi sebuah benda atau bangunan. Ecobrick bisa dipakai untuk membuat dinding (non-permanen), replika benda (gapura, pohon, dll), dan pagar mini.

Langkah-langkah membuat ecobrick ini bisa langsung Anda praktekkan sendiri di rumah. Rinso juga mengajak Anda untuk memulai inisiatif  Yuk Mulai Bijak Plastik untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang berisiko mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah plastik sebagai ecobrick ini bisa menjadi salah satu langkah untuk turut memulai inisiatif Bijak Plastik.


sumber artikel : https://www.rinso.com/id/sustainability/8-langkah-membuat-ecobrick-dari-plastik-bekas.html

Saturday, 2 March 2024

Budidaya Maggot

Maggot

Berdasarkan data The Economics Intelligence Unit, Indonesia merupakan penghasil sampah makanan (food loss and waste) terbesar kedua di dunia dan salah satu jenis sampah yang berpotensi sebagai sumber gas metana. Gas metana merupakan salah satu Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat menyebabkan efek rumah kaca, sebagai penyebab terjadinya pemanasan global (Global Warming). 

Saat kita membuang makanan dan sampah taman ke dalam tempat sampah, maka sampah-sampah tersebut akan dibawa dan terkubur di tempat-tempat pembuangan sampah. Saat sampah yang berada paling bawah mengalami pembusukan, terbentuklah gas metana. Gas metana akan merusak lapisan ozon bumi karena gas metana termasuk gas-gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan perubahan iklim.

Salah satu metode pengolahan sampah organik, seperti sampah makanan, adalah biokonversi dengan metode BSF (Black Soldier Fly). Produk yang dihasilkan antara lain maggot dan kompos. Produk ini dapat bernilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk tanaman dan kegunaan lainnya.

Apa Itu Maggot BSF?

Maggot merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) sehingga sering disebut maggot BSF. Lalat BSF sendiri memiliki nama latin Hermetia illucens. Bentuknya mirip ulat, berbuku dengan ukuran larva dewasa 15-22 mm dan berwarna coklat. Siklus hidup lalat BSF kurang lebih selama 40- 43 hari. Larva/maggot BSF bertahan selama 14-18 hari sebelum bermetamorfosis menjadi pupa dan lalat dewasa.

Berbeda dengan jenis lalat pada umumnya seperti lalat rumah dan lalat hijau yang dicap sebagai agen penyakit, lalat BSF ini tidak menimbulkan bau busuk dan bukan pembawa sumber penyakit karena dalam tubuh BSF mengandung zat antibiotik alami. Lalat hijau biasanya hinggap di tempat yang kotor, namun lalat BSF ini hanya hinggap di tempat yang berbahan fermentasi. 

Manfaat dan Produk Turunan BSF 

Maggot BSF dimanfaatkan dan dijual dalam bentuk maggot segar, maggot kering, telur dari lalat BSF dan produk turunannya seperti tepung maggot, pellet maggot, prebiotik serta pupuk organik. Maggot mengandung protein tinggi yaitu sekitar 30-45% sehingga sangat cocok dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan, burung dan hewan ternak lainnya. Pupuk organik sebagai produk turunan dari maggot berfungsi sebagai kondisioner tanah atau untuk revitalisasi. Budidaya Budidaya maggot termasuk mudah dilakukan dan tidak memerlukan teknik khusus sehingga semua orang bisa melakukannya. Biaya yang dikeluarkan juga cukup murah dan perawatannya tidak menyita waktu karena tidak perlu dikontrol setiap hari. Selain itu, biaya pakan juga gratis dari limbah organik rumah tangga. budidaya maggot dimulai dengan pupa dan masa panen maggot segar sekitar 15 hari. Budidaya maggot dapat dilakukan dengan skala kecil dan menengah. Berikut beberapa hal yang dilakukan dalam budidaya maggot BSF:

1. Membuat Kandang Lalat Kendang ini akan berfungsi sebagai tempat lalat BSF bertelur. 

Ukuran kandang sebesar 3 m x 2 m x 2 m sudah cukup untuk memulai bisnis budidaya maggot BSF kelas kecil menengah. Ukuran kandang tersebut dapat menampung puluhan ribu larva. Kandang ini biasanya berupa rangka terbuat dari bambu, kayu atau bahan lainnya yang kemudian diselimuti jaring. Budidaya maggot dapat dimulai dengan membeli pupa yang kemudian akan berkembang menjadi lalat BSF dan bertelur. Harga pupa berkisar Rp.150.000/kg. Atau bisa dengan membeli telur BSF dengan harga Rp.5000-7.000/gram. Dari 1 gram telur BSF dapat menghasilkan larva maggot (fresh maggot) sekitar 2-3 kg.

2. Membuat Kotak Penetasan Telur 

Selain kandang untuk produksi telur, diperlukan juga kotak sebagai media untuk penetasan telur yang kemudian akan berkembang menjadi larva maggot BSF. Kotak ini dapat terbuat dari kardus, triplek atau kotak plastik. Ukuran dapat disesuaikan dengan jumlah telur.

3. Menyiapkan Biopond 

Media untuk pembesaran larva disebut biopond yang dapat terbuat dari kayu atau bak plastik. Buat dengan bentuk kotak atau sesuai kebutuhan lalu diisi dengan tanah. Ukuran biopond disesuaikan dengan jumlah telur yang menetas. Setelah telur menetas di kotak penetasan, segera pindahkan larva kedalam biopond. Pemisahan telur dengan larva harus dilakukan untuk menghindari pecahnya telur-telur yang belum menetas oleh larva yang sudah terlebih dahulu menetas. 

4. Pemberian Pakan

Pakan maggot BSF adalah sampah dapur berupa sisa-sisa makanan. Pemberian pakan ini bisa dilakukan secara langsung maupun dicacah atau dihaluskan terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah maupun manual. Pakan ini ditaburkan di biopond/media pembesaran larva. Sebanyak 15 ribu larva/maggot BSF dapat menghabiskan sekitar 2 kg sampah organik hanya dalam waktu 24 jam.

5. Panen Maggot BSF 

Setelah telur menetas dan dipisahkan ke dalam biopond, biarkan selama 1 minggu sampai larva berbentuk sempurna. Waktu panen yang terbaik yaitu sekitar 2-3 minggu setelah telur menetas. Untuk mengundang lalat BSF tetap datang ke kandang, taburkan dedak fermentasi di sekitar media penetasan telur setiap minggu.


Potensi dan Peluang Pasar

Peluang pasar maggot BSF cukup terbuka luas. Pemasaran saat ini juga dapat dilakukan secara online langsung kepada konsumen. Dilansir dari beberapa sumber, untuk skala rumah tangga, maggot BSF fresh larva dapat dijual kepada pengepul atau produsen skala besar atau dapat digunakan sendiri sebagai pakan ternak ikan, bebek, ayam, burung atau pupuk organik. Budidaya magot yang cukup mudah dan murah ini selain memberikan banyak manfaat juga mendatangkan keuntungan finansial. 

Untuk skala kecil-menengah atau skala rumah tangga, dengan modal kurang lebih Rp. 2 Juta rupiah untuk kandang dan telur BSF sudah dapat memulai budidaya. Budidaya yang dimulai dengan telur BSF kurang lebih 1 gram telur akan menghasilkan 2-3 kg larva atau sekitar 20.000-30.000 larva yang akan berkembang menjadi lalat BSF dan bertelur Kembali dalam waktu kurang lebih 45 hari. 1 ekor lalat betina akan menghasilkan 500-900 butir telur dan untuk menghasilkan 1 gram telur memerlukan 14-35 BSF.

Berikut perhitungan sederhana budidaya maggot skala kecil-menengah:

nomodalharga (Rp)
1Telur maggot 20 gram60.000
Kandang 3x2x2 365.000
3Kotak penetasan 20 buah1.000.000
4Biopond 20 buah1.000.000
5Pakan0
Total2.425.000

Dari 1 gram telur diperkirakan akan menjadi 25.000 BSF yang akan bertelur kembali. Jika satu ekor lalat betina dewasa diperkirakan akan bertelur sebanyak 700 butir telur yang akan menjadi larva, maka diperkirakan jumlah larva sebanyak 17.500.000 atau sama dengan 1.750 kg. Jika harga fresh maggot di pasaran paling rendah Rp.5000/kg maka dalam waktu kurang lebih dua bulan sudah bisa menghasilkan Rp. 8.750.000. Itu baru dari 1 gram telur saja, bagaimana jika dari 20 gram telur BSF di atas berkembang seluruhnya? Sangat menggiurkan bukan? Yuk mulai kelola sampah makanan kita dengan budidaya maggot BSF! (Kia)

sumber artikel : https://aliansizerowaste.id/2023/02/01/budidaya-maggot-bsf-solusi-kurangi-sampah-makanan-yang-menguntungkan/

Thursday, 29 February 2024

Pengolahan Limbah Popok Bekas Sekali Pakai


Tahukah kamu jika pemakaian popok bekas sekali pakai (pospak) yang bertujuan memudahkan dan memberi kenyamanan bagi ibu serta anak justru menimbulkan masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tidak hanya itu, sampah popok bekas sekali pakai juga menjadi penyumbang sampah terbesar kedua di lautan.

Popok bekas sekali pakai mengandung senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42% yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air. Apabila terurai dalam air, senyawa ini dapat menyebabkan perubahan hormon pada ikan

.

Selain itu, 55 % bahan pembuat popok bekas sekali pakai terbuat dari plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Apabila popok bekas sekali pakai ini dibuang ke laut, sungai ataupun tanah maka dapat mencemari dan merusak lingkungan serta ekosistem, memicu terjadinya banjir, dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada manusia.

Pengolahan Popok Bekas Sekali Pakai



1. Serat
Pengolahan popok bekas sekali pakai menghasilkan fiber/serat dengan kualitas tinggi yang dapat diolah menjadi kertas daur ulang.

2. Plastik
Pengolahan popok bekas sekali pakai menghasilkan plastik yang akan diolah menjadi briket Refuse Plastic Fuel (RPF). RPF merupakan satu teknik penanganan sampah dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar. Hal yang menarik adalah RPF ini sudah diuji dan mengandung 7000 kalori.

3. SAP
Kandungan SAP yang terdapat dalam popok bekas sekali pakai dapat digunakan untuk tanaman karena kandungannya bagus untuk membantu mempertahankan air di dalam tanah.


Sekretariat

Data

Populer

Kategori

Powered by Blogger.